Pada mata kuliah Pengantar Ilmu Sastra tadi siang membuatku masih tertegun akan sesuatu. Akan arti pertemanan yang selama ini masih kuragukan. Mereka mengatakan teman itu penting untuk kita. Teman itu baik untuk kehidupan kita. Ada juga teman yang tidak baik. Entahlah..
Sebenernya apa sih yang kamu tuntut dari sebuah pertemanan?
Jika temanmu pelit, apakah kamu menuntut agar dia tidak pelit? Jika temanmu egois, apakah kamu menuntut agar dia tidak egois? Seperti itukah pertemanan??
Kawan, manusia diciptakan dengan karakter yang berbeda-beda. Kita punya kodrat masing-masing. Kita tidak bisa menuntut kamu harus begini, kamu harus begitu. Jangan begini, jangan begitu. Dia punya karakteristik sendiri yang tidak bisa kau ubah karena itu adalah ciptaan Sang Agung.
Pertemanan adalah menerima orang-orang di sekelilingmu dengan lapang dada untuk menjadi temanmu. Karena seburuk apapun temanmu, dia punya sisi baik yang membuatmu nyaman berada di dekatnya. Begitulah pahamku. Aku tidak bisa menuntut mereka yang pelit, yang sombong, yang egois, yang seenaknya sendiri. Aku bukan pengecut, tapi aku hanya menghargai diri mereka sebagai sebuah ciptaan.
Ini cerita pribadiku. Dari sekian temanku, hanya 3-4 orang yang aku nyaman berada di dekatnya jika kita hanya berdua. Bukannya ada rasa atau gimana, tapi di samping mereka aku bisa jadi diriku sendiri. Aku bisa berbicara dengan ekspresi yang memang milikku, tertawa dengan karakterku, dan bercanda sesuai seleraku.
Contohnya dengan orang ini. Aku tidak tahu kenapa aku bisa nyaman dengannya, meskipun kata teman-temanku yang lain dia ini tidak baik, pelit, seenaknya sendiri, suka nyuruh-nyuruh. Dan kata mereka aku ini jadi korbannya. Benarkah?
Aku nyaman dengan dia, aku bisa jadi diriku sendiri. Aku bisa mengeluarkan banyolan-banyolan yang tak pernah ku keluarkan saat dengan yang lain. Apakah karena orang ini Cancer, yang sama denganku?
Sebenernya apa sih yang kamu tuntut dari sebuah pertemanan?
Jika temanmu pelit, apakah kamu menuntut agar dia tidak pelit? Jika temanmu egois, apakah kamu menuntut agar dia tidak egois? Seperti itukah pertemanan??
Kawan, manusia diciptakan dengan karakter yang berbeda-beda. Kita punya kodrat masing-masing. Kita tidak bisa menuntut kamu harus begini, kamu harus begitu. Jangan begini, jangan begitu. Dia punya karakteristik sendiri yang tidak bisa kau ubah karena itu adalah ciptaan Sang Agung.
Pertemanan adalah menerima orang-orang di sekelilingmu dengan lapang dada untuk menjadi temanmu. Karena seburuk apapun temanmu, dia punya sisi baik yang membuatmu nyaman berada di dekatnya. Begitulah pahamku. Aku tidak bisa menuntut mereka yang pelit, yang sombong, yang egois, yang seenaknya sendiri. Aku bukan pengecut, tapi aku hanya menghargai diri mereka sebagai sebuah ciptaan.
Ini cerita pribadiku. Dari sekian temanku, hanya 3-4 orang yang aku nyaman berada di dekatnya jika kita hanya berdua. Bukannya ada rasa atau gimana, tapi di samping mereka aku bisa jadi diriku sendiri. Aku bisa berbicara dengan ekspresi yang memang milikku, tertawa dengan karakterku, dan bercanda sesuai seleraku.
Contohnya dengan orang ini. Aku tidak tahu kenapa aku bisa nyaman dengannya, meskipun kata teman-temanku yang lain dia ini tidak baik, pelit, seenaknya sendiri, suka nyuruh-nyuruh. Dan kata mereka aku ini jadi korbannya. Benarkah?
Aku nyaman dengan dia, aku bisa jadi diriku sendiri. Aku bisa mengeluarkan banyolan-banyolan yang tak pernah ku keluarkan saat dengan yang lain. Apakah karena orang ini Cancer, yang sama denganku?