Wednesday, December 10, 2008

Sorry Love Daddy (Brian McFadden)

It seems like only yesterday
I held you in my arms and said
You will never need to fear the dark
But unforeseen misery has come
Between your mommy and me
And we can love you more, now we are apart ...

Daddy, he's got to go away
Coz there's just no other way
To live this through
Someday, you'll learn to understand
This wasn't what I planned, for me and you
Sorry, love Daddy ...


Everyday is filled with pain
But never feel that you're to blame
Sometimes life breaks, in mysterious ways
I can't make it up to you
Believe me I am trying to
No matter what you'll always be my babies ...



- edited. Sudah lama tidak mendengar lagu ini. Setelah dipahami lagi, persepsinya jadi berbeda dengan yang dulu. Lagu ini harusnya dinyanyikan oleh Papa. Tapi hingga dia lenyap, beliau tidak pernah memberi lagu atau sekedar memberi maaf atas dirinya yang pergi. 06 Februari 2018

Belum Ada Judul

Hai.. Hai..
Lama tak jumpa. Habis liburan panjang nih (cuma 4 hari doang sih). Oya, aku nulis ini bukan di LabKom tercinta tapi di Jeem's Net (nggak jauh dari rumah).

Hemm... Nulis dari mana ya?
Dari hari Sabtu kemarin aja ya.


Sabtu, 06 Desember 2008


Pulang sekolah dibuat sidang paripurna, sidangnya Embah/Wanda (dulu kalau ada yang nggak beres di kelas, atau ada uneg uneg teman sekelas ngumpul pas pulang sekolah buat dibicarakan tanpa menghakimi. Terharu). Itu anak sudah kelewatan. Bagiku sih biasa aja. Tapi temen-temen pada ngebet. Nggak pentinglah aku ceritain (lupa ini gara-gara apaan ya? Harusnya saya ceritain disini ya).
Pulangnya, kita (aku, Cicil, Jutex, Choel, Manda, Mita) makan bakso iris. Itu bakso mantap tau nggak!! Mak nyus mak sreng!! (sekalian aku promosiin Pak Broto (yang empunya tetangganya Jutex)) Ueeeeenaaaakk pol dah!!! Mau nyoba? Itu tuh di komplek BP Wetan. Masuk, lurus aja sampai ada tugu. Lurus terus saja, nah ada tanah lapang dengan padang rumput yang luas, di bawah naungan sutet (cocok buat yang mau bikin sinetron atau film bollywood). Itu bakso ada di tempat gituan, suasananya romantis, eksotis, strategis.
 

(hari ini Topan ultah, kalau nggak salah sih. Happy B'day ya bang).


Minggu, 07 Desember 2008


Hari ini ngapain ya? Perasaan nggak ngapa-ngapain deh. Isinya cuma tidur doank.


Senin, 08 Desember 2008
 

Nah, hari ini nih.. Sobat-sobatku pada dimutilasi semua. Kasian.. untung aku kabur. Ahahaha ....
Aku nonton mereka dimutilasi sama Dina, sobat sekampungku.


Selasa, 09 Desember 2008


Hari ini aku nangis setelah membaca buku harian kakak perempuanku. Secara sengaja atau nggak sengaja ya.. (Seingatku aku lagi bongkar-bongkar laci entah nyari apaan, terus nemu sebuah buku kecil. Rupanya buku harian Mbak Pessy waktu dia SMA. Saat itu dia sudah kerja sebagai perawat di sebuah RS di Surabaya dan sudah berkeluarga).
Satu hal lagi yang membuatku takut akan masa depan (yaitu pernikahan), menikah membuat impian, cita-cita, dan kebebasan berkelana terbelenggu. Kakak perempuanku yang begitu menyukai camping dan naik gunung harus meninggalkan semua itu juga teman-temannya saat menikah. Setelah dia menikah dia sudah jarang kumpul sama teman-temannya, dimana aku sering dia ajak ikutan. Dulu Mbak juga vokalis band di grupnya, pernah 2 kali aku diajak ikut latihan band-nya).

Hari ini juga aku bakaran sama temen-temen di rumah Choel (Annur). Bukan bakaran rumah, tapi bakaran daging (mengingat sindiran si irvan). Seru, rame. Aku bertugas memutilasi daging sapi tapi kadang-kadang aku juga bantu ngipasin atau makan satenya yg udah mateng. Hehe.
 

Saat itu aku juga sebel banget sama temen-temen. Hemm ... susah susah gampang buat numbuhin perasaan itu lagi. Aku berharap mending nggak usah tumbuh lagi, mati aja. Biar damai ini hati.


Rabu, 10 Desember 2008
Nah.. sekarang aku ada di Jeem's Net .. Fs-an (friendster, waktu itu belum ada facebook, twitter dan instagram hahaha) sama ngurus ini blog. Hahahaha .... (Stress)



- edited. Kalau membaca versi lama akan membuat mulut berbusa hahaha. 06 Februari 2018.

Thursday, December 4, 2008

Doyan Duit

Tau kenapa judulnya "Doyan Duit"?


Itu bukan aku yang doyan (ya meski hidupku nggak pernah bisa luput dari kata "Duit"), tapi sekolahku.

Sekolah yang aku kagumi ini doyan banget sama duit. Duitnya pun nggak nanggung, juta-an.


Nah, sekarang aku lagi pusiiiiiiiing berat gara-gara edaran yang membawa berita duka untukku dan juga Mbak Pessy, secara dia yang bayarin sekolahku. Bukan berita kematian, tapi berita biaya sekolah. Ha ha ha.

Barusan aja aku melunasi uang tour Jakarta-Bandung sebesar 310ribu, eh sekarang ada pelunasan lagi biar bisa ikut ujian akhir semester 1.

Diantaranya :
  1. Lunas spp bulan Januari, padahal belum bayar yang Desember (saat itu spp sekolah kurang lebih 350an kalau nggak salah).

  2. Lunas angsuran kedua biaya daftar ulang (dan ini keluargaku membayarnya secara menyicil selama 3 tahun. Ya, selama aku sekolah di situ).

Paling lambat pengambilan nomor ujian tanggal 22 Desember. Mampus.

Ya aku tau sih.. sekolahku lagi bangun gedung baru berlantai 4. Aku juga tau perkiraan biayanya berapa. Tapi apa sekolahku tau berapa duit yang aku terima dari Bokap tiap bulannya? (Waktu SMA Papa ngejatah aku tiap bulannya 100-150ribu. Itu untuk uang sakuku selama sebulan karena aku tidak dapat uang dari Mama. Bagaimana aku dapat uang dari Papa meski dia ada entah dimana, ya dari bank transfer. Aku saat SMP sudah bikin rekening bank sendiri.)

Aku bukan sok kere, sok kismin atau gimana, tapi itu emang kenyataan.

Bokap ilang nggak tau kemana (saat itu bener-bener nggak tau Papa ada dimana). Nyokap cuma mikir bagaimana biar dia bisa awet muda dan tetep cantik (saat itu Mama bener-bener mikirin dirinya sendiri setelah ditinggal Papa. Dan sekarang aku bisa memakluminya, yah.. meski sedikit menyesalinya).

Bener apa kata Andrea Hirata : Semakin dewasa hidup semakin tidak mudah (kurang lebih begitu).





- edited. Karena kalau versi lama akan menyebabkan sesak napas dan mata berkunang-kunang. 06 Februari 2018)

Wednesday, December 3, 2008

Korban Ke-4: Dian-sensei

Tau nggak sih...

Tadi jam ke-4 kan pelajaran Bahasa Jepang tuh, Dian-sensei marah.

Tau kenapa?
Karena kita sekelas itu rame, berisik, kayak pasar kebakaran (serius).
Ya yang jalan kesana kemari (kalah mall), yang lari-lari (jogging kali ya), yang main setip-setipan (aku tersangkanya), yang ngegosip ala infotainment, yang minta istirahat padahal belum waktunya.
Yang lebih parah.. ada yang minta ke Lab. Bahasa Inggris buat nonton film. Dia bilang sumaranai alias boooooosaaaaaann!! ( Mbak Hachi nih yang berfirman. Itu kata Jutex. Bener ya?)

Kebangetan ya?

Maaf ya sensei.. maklum kelas 12 IB kan isinya orang sakit semua. Nggak tau mana yang kebangetan mana yg enggak.. ;((

Daftar Guru yg jadi korban D.B (DouBles BOkeP (Doa Beles iB Ok Poenya) :

  1. Bu Winda (guru Sastra Indonesia kelas 11 dulu. Sampai nangis karena penyakit kita. Penyakit nggak tau diri dan mulut ngga bisa diem).
  2. Bu Urwatul (guru Sastra Indonesia kelas 12 (guru sasin lagi). Beliau juga sampai nangis ;( Aku juga ikutan nangis.. hiks.. hiks. Ampun Bu.. Tapi mau donk, titip bonggolan lagi! Hehe..)
  3. Pak Sujud (guru Antropologi kelas 11 dan 12. Meskipun beliau cowok, beliau juga bisa nangis lho!!! Ini tersangkanya Mbah/Wanda!!)
  4. Dian Sensei (guru Bahasa Jepang kelas 11 dan 12 sekaligus Ibunda D.B. Beliau nggak nangis sih ... tapi, ya gitu deh! Tetep aja D.B salah!!!! Ya nggak??!!)



Nah, semoga dengan adanya korban ke-4, D.B bisa sembuh. Ya nggak harus sembuh total sih ...

Pokoknya sembuh aja. Tapi gokilnya jangan disembuhin. Nggak seru nanti.



- edited demi mengurangi penderita miomi, muntaber serta meriang berkepanjangan 05/02/18)

Saturday, November 29, 2008

Pulang Pagi Di Hari Sabtu.

Halooooo . . . .

Sudah pulang nih! Jam 11 pagi. Tumben banget ya?
Mimpi apa ya Mr. Nikidraw semalamm? (Wardikin alias Kocho sensei alias kepala sekolah)
Senangnya... Maklum, biasanya pulangnya jam 2 siang.

Hari ini boring seboring-boringnya. 3 jam pelajaran kosong cuma buat nyanyi nyanyi nggak jelas sama sekali dan konser seriosa di gedung baru. Sekalian menghibur para pak tukang dan nampak terganggu dengan suara falesnya Bejo, Oepeil, dan backing vokal saya, Jutex, cinlaw (saya lupa cinlaw ini disini siapa), bitch (juga lupa siapa), bulek's_kirei_epank_monyet, dengan sang konduktor Kholiphah... (Maaf ya pak tukang)

Kemudian daripada itu.. karena kasihan dengan pak tukang kita hijrah ke kelas. Berganti aliran, dari seriosa menjadi dangdut Palapa. Diiringi ketipung meja oleh Jutex duet maut dengan Lawra (Lawra ini Manda?). Penyanyi hot saya, bulek's_kirei, Lawra dengan bintang tamu artis ibu kota "Duo Maia", Manda and Wanda dan Din Brodin ala Bejo Untung Limang Dino, terasa aneh dan tak enak di telinga.. layaknya tong kosong yang dilempar dari lantai 12. Bisa membayangkan bunyinya?

Dan akhirnya kita hijrah kembali ke Labkom (Laboratorium Komputer) alias Basecamp tercinta. Di tengah kebahagiaan saat itu, datanglah berita mengejutkan yang jarang terjadi di sekolah. Hampir tak percaya daku mendengarnya karena amat sangat mustahil sekali B.G.T.
Yaitu . . . . . . .






"KITA PULANG PAGI!!!!! PAGINYA JAM 11 BOOOOO . . ."


Mungkin bagimu itu biasa, tapi bagiku amatlah sangat luuuuuaaaaarrrr biaaaaaaaasaaaaa sekaliiiiiiiiiii.....

The First . .

Fiuh...
Akhirnya bisa nulis, tapi nggak tau mau nulis apa.

Mungkin cuma ini yang bisa saya ucapkan:

"Welcome To My Life . ."

Lain kali saja menulis tulisan yang panjang-panjang semacam novel atau cerpen.. hehehe
bercanda lagi. Masa iya? Ogah ah.. Lelah tau!!

Pagi-pagi sudah dapat komentar dari temen-temen.
Seperti biasa lah. I'm just smiling at them.

A Short Trip To Nostalgic

      If I have money and some days off, I prefer go to somewhere than go home. No, it's not because I don't miss my home and my fa...