Wednesday, December 3, 2008

Korban Ke-4: Dian-sensei

Tau nggak sih...

Tadi jam ke-4 kan pelajaran Bahasa Jepang tuh, Dian-sensei marah.

Tau kenapa?
Karena kita sekelas itu rame, berisik, kayak pasar kebakaran (serius).
Ya yang jalan kesana kemari (kalah mall), yang lari-lari (jogging kali ya), yang main setip-setipan (aku tersangkanya), yang ngegosip ala infotainment, yang minta istirahat padahal belum waktunya.
Yang lebih parah.. ada yang minta ke Lab. Bahasa Inggris buat nonton film. Dia bilang sumaranai alias boooooosaaaaaann!! ( Mbak Hachi nih yang berfirman. Itu kata Jutex. Bener ya?)

Kebangetan ya?

Maaf ya sensei.. maklum kelas 12 IB kan isinya orang sakit semua. Nggak tau mana yang kebangetan mana yg enggak.. ;((

Daftar Guru yg jadi korban D.B (DouBles BOkeP (Doa Beles iB Ok Poenya) :

  1. Bu Winda (guru Sastra Indonesia kelas 11 dulu. Sampai nangis karena penyakit kita. Penyakit nggak tau diri dan mulut ngga bisa diem).
  2. Bu Urwatul (guru Sastra Indonesia kelas 12 (guru sasin lagi). Beliau juga sampai nangis ;( Aku juga ikutan nangis.. hiks.. hiks. Ampun Bu.. Tapi mau donk, titip bonggolan lagi! Hehe..)
  3. Pak Sujud (guru Antropologi kelas 11 dan 12. Meskipun beliau cowok, beliau juga bisa nangis lho!!! Ini tersangkanya Mbah/Wanda!!)
  4. Dian Sensei (guru Bahasa Jepang kelas 11 dan 12 sekaligus Ibunda D.B. Beliau nggak nangis sih ... tapi, ya gitu deh! Tetep aja D.B salah!!!! Ya nggak??!!)



Nah, semoga dengan adanya korban ke-4, D.B bisa sembuh. Ya nggak harus sembuh total sih ...

Pokoknya sembuh aja. Tapi gokilnya jangan disembuhin. Nggak seru nanti.



- edited demi mengurangi penderita miomi, muntaber serta meriang berkepanjangan 05/02/18)

No comments:

A Short Trip To Nostalgic

      If I have money and some days off, I prefer go to somewhere than go home. No, it's not because I don't miss my home and my fa...