Friday, February 26, 2010

The Unfinished Part


-->
Jam 7 tadi pagi aku baru bangun. Kebangun soalnya nyokap telpon. Ku pikir alarm yang bunyi, kok libur-libur gini pasang alarm. Rajin amat. Tapi, telponnya bikin aku nangis. Aku bukan lagi dimarahi. Tapi.. dia memperhatikanku. Dari seminggu kemaren tenggorokanku emang agak bermasalah. Suaraku jadi sengau mirip nenek-nenek. Tapi nyokap ngiranya aku nangis.
Hal yang buat aku nangis: nyokap itu emang yang paling bener meskipun kebenarannya gak pernah ku suka. Apapun yang dikatakannya di awal pasti bener di belakangnya. Dan keputusan yang selalu ku ambil itu salah. Dan aku baru nyadar di akhir.

Bokap nggak mau ngirim duit. Setauku bokap nggak pernah gitu. Aku nyangkanya si istri muda yang bales sms ku. Tapi.. bener ya, kalau manusia itu berubah. Bokap berubah. BERUBAH.

Apa dia lupa kalo dia itu orang yang paling khawatir waktu aku sakit dan sakitnya cuma sakit panas.

Apa dia lupa waktu aku masih kecil dulu aku nangis mulu nggak diem-diem meski dia udah gendong aku di punggung dan ngajak aku jalan-jalan keliling kampung, dibeliin permen lollipop yang bentuk kaki kesukaanku (ini malem-malem).

Apa dia lupa waktu tulang pergelangan tanganku patah dia bela-belain bawa aku ke sangkal putung di daerah mana ituh aku lupa, Surabaya pokoknya. Siang - siang, panas, lagi puasa pula. Mantep dah.. Dan akhirnya kita berdua berbuka puasa duluan minum es campur yang segernya wahhh!!

Apa dia lupa waktu aku merengek di beliin crayon pas dia baru pulang kerja. Terus sepulang dari memenuhi hasratku terhadap crayon vespa kesayangannya diserempet orang, kakiku lecet, dan dia hampir jatuh.

Apa dia lupa semuanya itu? APA DIA LUPA? Lalu hal apa yang membuatnya lupa? Karena aku sudah besar dan tidak membutuhkan perhatiannya lagi?? OMONG KOSONG!

Wanita yang di sampingnya itu
Hei, apa salahku? Kenapa kau menjauhkanku dari papaku?
Apa aku pernah menjauhkanmu darinya?
Kau iri padaku?
Dia cuma tua bangka, apa hebatnya hingga menarik perhatianmu?
Aku rela kau yang ada di sampingnya, aku rela.
Aku tak cemburu, tak iri. Lalu apa salahku?

Thursday, February 25, 2010

Last Child - Diary Depresi (English Translation)

tonight is rained again
with memories that bringing up the pain in the heart
the pain should be treated
I expected never be happened

I remember when dad left
and we began to starve
the usual thing that made me to live on the streets
when I don't understand about the meaning of a divorce,
which destroyed all the wonderful things I ever had

it's natural if I envy you now
a happy life by dint of the wonderful atmosphere in your home
the things that I always compare it with my dark life
no self-esteem to survived my life

maybe for a moment I can forget
with liquor that I hold now
or scraping the glass on my arm
anything I will to do I want to forget

but when I became aware of the hangover last night
the sore of this wound deepened I felt
when I had to understand how wonderful to be loved
the things that I never get since I live on the streets



sorry but my translation probably sucks!

PPMJ (Pola Pemikiran Masyarakat Jepang)

Habis kelas Pola Pemikiran Masyarakat Jepang. Kok penting banget sih mata kulnya .. Ngapain juga mikirin pola mikir mereka? Ya emang sih mereka dalam hal skill dan rajin lebih jempol dari pada kita. Tapi kok ya ... Taulah.

"Terus kenapa ambil kelas ituh???"

Si monyet alias saru alias karu bilang dosennya pake native. Tanpa ragu dan malu aku ambil kelas ituh. Aku pualing seneng kalo denger orang Jepang ngomong tapi kitanya nggak ngeh, terus pake bahasa isyarat yang tambah buat kita nggak ngerti. Hehehehe ...

Tapi ternyata eh ternyata, dosennya lokal. Buku pegangannya dwi bahasa, yaitu bahasa Jepang (yang semuanya pake hurup Kanji tanpa yomikata tanpa romaji. Damn!) dan English. Mau nangis rasanya. Monyet sialaaaan ...


Saru: monyet
Yomikata: cara baca, biasanya di atas huruf Kanji ada huruf Hiragana kecil.

Sunday, February 14, 2010

Last Child - Diary Depresi

Lagu ini untukmu kawanku.. yang punya nasib sama denganku. Tapi kuyakin, peristiwa semacam ini takkan mampu membunuh mimpimu ataupun mimpiku. Memang telah mengotori masa lalu dan menyuramkan masa depanmu. Tapi itu takkan bisa membunuh dirimu, membunuh semangatmu, senyummu. Hentikan kegilaanmu, hentikan kebodohanmu. Tak akan ada artinya dalam hidupmu.



Malam ini hujan turun lagi
Bersama kenangan yang ungkit luka di hati
Luka yang harusnya dapat terobati
Yang ku harap tiada pernah terjadi

Ku ingat saat Ayah pergi, dan kami mulai kelaparan
Hal yang biasa buat aku hidup di jalanan
Disaat ku belum mengerti arti sebuah perceraian
Yang hancurkan semua hal indah yang dulu pernah aku miliki

Wajar bila saat ini, ku iri pada kalian
Yang hidup bahagia berkat suasana indah dalam rumah
Hal yang selalu aku bandingkan dengan hidupku yang kelam
Tiada harga diri agar hidupku terus bertahan

Mungkin sejenak dapat aku lupakan
Dengan minuman keras yang saat ini ku genggam
Atau menggoreskan kaca di lenganku
Apapun kan ku lakukan, ku ingin lupakan

Namun bila ku mulai sadar, dari sisa mabuk semalam
Perihnya luka ini semakin dalam ku rasakan
Disaat ku telah mengerti, betapa indah dicintai
Hal yang tak pernah ku dapatkan sejak aku hidup di jalanan



Menyakitkan memang. Tapi mau apa, takdir telah mempermainkan. Kini saatnya kau bangkit, menunjukkan pada mereka bahwa itu bukanlah hal yang sulit. Memang telah membuat tangis, tapi sudahi saja. Kita berhak untuk tertawa. Kita berhak untuk bahagia. Kita menangis lihat hari ini, tapi tersenyum tatap masa depan (lagunya Slank) .




- edited. Dulu denger lagu ini pertama kali di radio, EBS FM kalau nggak salah. Last Child belum seterkenal sekarang. Dan langsung luruh tiap dengar lagu ini. Dan ternyata dua teman dekatku juga punya nasib sama, dimana pas kuliah aku baru tau. Padahal SMA kita sama-sama. Terima kasih Last Child. 09 Februari 2018.

http://www.mp3raid.com/search/download-mp3/611238/last_child_diary_depresi.html


A Short Trip To Nostalgic

      If I have money and some days off, I prefer go to somewhere than go home. No, it's not because I don't miss my home and my fa...