Saturday, March 28, 2009

What Is Pain?

What's the meaning of pain?

Yah.. aku terlahir dari rasa sakit. Aku berdiri dengan rasa sakit. Aku jatuh karena rasa sakit. Aku bangkit kembali dengan rasa sakit. Aku berjalan, meneruskan hidup dengan rasa sakit.
Tapi satu yang harus diketahui, rasa sakit membuatmu lebih dewasa.

Banyak hal yang bisa membuatmu merasa sakit. Ucapan, perlakuan, dan juga perpisahan.
Semua itu merupakan masa lalu bagi hidup yang terus berjalan maju. Umumnya, rasa sakit muncul karena kecewa juga penyesalan.

Aku tidak tahu berapa luka mendatangiku, membuatku merasakan sakit untuk kesekian kali. Tapi aku selalu berusaha tersenyum dan selalu bangkit setiap kali terjatuh. Aku tidak ingin kalah dengan rasa sakit. Tapi sepertinya rasa sakit ini begitu keras kepala, dia tak mau kalah.

Aku mencoba mencari makna dari rasa sakit. Sepertinya.. Tuhan tidak inginkan aku menjadi orang yang sombong. Kau tahu, sebagian dari orang yang berbahagia terdapat unsur sombong.

Aku telah bertemu dengan rasa sakit yang sulit sekali utuk kuhapuskan dan meninggalkan sebuat penyakit bernama "TRAUMA". Luka itu berasal dari hancurnya keluargaku. Luka akibat perpisahan orang tua bersifat FATAL. Hingga sekarang, aku masih merasakan pedihnya kehilangan.
Tiga lubang, membekas jelas di perasaanku. Aku kehilangan Kakak, yang selama ini sangat menyayangiku namun aku membalasnya dengan kebencian. Aku kehilangan Ayah, Ayah yang selama ini tidak bisa membantah keinginanku, menuruti semua mauku, pergi meninggalkanku. Aku kehilangan kekasih yang teramat aku cintai bahkan setengah mati. Tapi, aku sudah tidak peduli lagi dengan hal itu.
Aku sudah muak dengan kehilangan. Muak!!! Aku tidak ingin kehilangan lagi.

Tapi kau harus tahu, itu semua sudah menjadi bagian takdirku. Aku menerima meski sama sekali tak kuharapkan.
Rasa sakit tidak bisa dihindari. Rasa sakit mampu membuatmu mengerti siapa dirimu, untuk apa dirimu. Rasa sakit, adalah teman abadimu ketika kamu sendiri.



Kakashi : Aku tahu sedihnya kehilangan sampai terasa muak.
Yah! Kita memang bukan orang yang beruntung..
Itu sudah pasti. Tapi bukan yang terburuk.



- edited. Kadang masih suka menangis sih. Kadang masih suka berandai-andai juga sih. Andai Papaku, andai aku, andai dia dan andai andai lainnya. Tapi setelah itu tidak apa-apa. Sudah berlalu. Pikirkan hal lainnya, kenang bagian indahnya, lalu terkekeh sendiri. 09 Februari 2018.

Thursday, March 12, 2009

Beloved Friend

Beloved friend
I love him like i love my self
I look into my eyes on the mirror
And I saw,
His smile for me
But, it's not mine.

I had to find you
But your heart has gone ...


I'm thinking of the words to say..





- edited. Grammar saya dari dulu sudah nggak karuan. Saya juga nggak ngerti puisi itu artinya apaan hahahaha. Pokoknya, aku dapat kabar dia ini jadian sama anak cewek dari kelas lain. Padahal aku sudah memantapkan diri untuk membuka hatiku kembali, untuk menerimamu. Tapi kamunya kenapa sama cewek lain, duh! Kalau nggak salah kamu pacaran sama Aisy lalu putus sama dia kamu pacaran lagi sama adek kelas. 07 Februari 2018.


Thursday, March 5, 2009

Menjauh...

Aku ingin berucap
Tapi aku terlambat

Dia menjauh
Semakin jauh

Tak lagi bisa kurengkuh
Dengan semua asaku

Aku terdiam di belakang
Hanya punggung yang dapat kusaksikan

Dia, ku suka
Bahkan mungkin lebih dari cinta..




- edited. Fyi, setelah lulus SMA aku kuliah di Malang. Dan dia juga kuliah di Malang, tapi beda kampus. Sampai lulus SMA kita beneran bukan apa-apa. Tapi gara-gara sehabis nonton konser Nidji-The Changcuters (dua band itu dulu lagi booming) di kampus dia, dan Si Sasa sama pacarnya dan si Phie sama pacarnya juga, akhirnya aku dibonceng sama ini anak. Sampai malam itu kita beneran bukan apa-apa. Ah nantilah aku cerita. Kamu yang bahagia ya sama keluargamu. 07 Februari 2018.




Monday, March 2, 2009

Makhluk Apa Kamu?

Apa?
Apa dia itu?
Aku tak tahu hingga remuk otakku

Siapa?
Siapa dia itu?
Hingga bisa hancurkan takutku

Kenapa?
Kenapa harus dia?
Yang menjalar menguasai pikiranku

Dia, tak tahu dari mana
Datang menyelimuti hati yang terluka
Membekukan air mata

Dia, ku suka
Mungkin lebih dari cinta
Yang tak bisa ku ungkap dengan suara






- edited pada judul. Puisi ini pernah aku bacakan di depan kelas saat pelajaran sastra, di depanmu, di depan teman-teman kita. Dan kamu memandangku. Dulu kamu yang buatku bimbang, haruskah aku jatuh cinta ataukah kuabaikan saja? Dulu kamu selalu ada sebelum kita bukan apa apa. Dulu kamu selalu membawaku kemana-mana, membiarkanku kalut dengan sedihku tapi kamu selalu disitu, memalingkan muka atau sekedar pura-pura tak tahu. Tapi saat aku jadi milikmu kamu entah dimana, kata-kataku tak lagi berarti untukmu, maaf suka mengaturmu. Bahagia ya sama keluargamu. 07 Februari 2018.

A Short Trip To Nostalgic

      If I have money and some days off, I prefer go to somewhere than go home. No, it's not because I don't miss my home and my fa...