Monday, March 2, 2009

Makhluk Apa Kamu?

Apa?
Apa dia itu?
Aku tak tahu hingga remuk otakku

Siapa?
Siapa dia itu?
Hingga bisa hancurkan takutku

Kenapa?
Kenapa harus dia?
Yang menjalar menguasai pikiranku

Dia, tak tahu dari mana
Datang menyelimuti hati yang terluka
Membekukan air mata

Dia, ku suka
Mungkin lebih dari cinta
Yang tak bisa ku ungkap dengan suara






- edited pada judul. Puisi ini pernah aku bacakan di depan kelas saat pelajaran sastra, di depanmu, di depan teman-teman kita. Dan kamu memandangku. Dulu kamu yang buatku bimbang, haruskah aku jatuh cinta ataukah kuabaikan saja? Dulu kamu selalu ada sebelum kita bukan apa apa. Dulu kamu selalu membawaku kemana-mana, membiarkanku kalut dengan sedihku tapi kamu selalu disitu, memalingkan muka atau sekedar pura-pura tak tahu. Tapi saat aku jadi milikmu kamu entah dimana, kata-kataku tak lagi berarti untukmu, maaf suka mengaturmu. Bahagia ya sama keluargamu. 07 Februari 2018.

2 comments:

Anonymous said...

pop,,iku puisi gawenan dewe ta?? engkok lhangan ngerpek puisiku???
XD ....

Lini Han said...

y Allah .. g tau mbukag blog . gawenan dewe yo ....

A Short Trip To Nostalgic

      If I have money and some days off, I prefer go to somewhere than go home. No, it's not because I don't miss my home and my fa...