Yah.. aku terlahir dari rasa sakit. Aku berdiri dengan rasa sakit. Aku jatuh karena rasa sakit. Aku bangkit kembali dengan rasa sakit. Aku berjalan, meneruskan hidup dengan rasa sakit.
Tapi satu yang harus diketahui, rasa sakit membuatmu lebih dewasa.
Banyak hal yang bisa membuatmu merasa sakit. Ucapan, perlakuan, dan juga perpisahan.
Semua itu merupakan masa lalu bagi hidup yang terus berjalan maju. Umumnya, rasa sakit muncul karena kecewa juga penyesalan.
Aku tidak tahu berapa luka mendatangiku, membuatku merasakan sakit untuk kesekian kali. Tapi aku selalu berusaha tersenyum dan selalu bangkit setiap kali terjatuh. Aku tidak ingin kalah dengan rasa sakit. Tapi sepertinya rasa sakit ini begitu keras kepala, dia tak mau kalah.
Aku mencoba mencari makna dari rasa sakit. Sepertinya.. Tuhan tidak inginkan aku menjadi orang yang sombong. Kau tahu, sebagian dari orang yang berbahagia terdapat unsur sombong.
Aku telah bertemu dengan rasa sakit yang sulit sekali utuk kuhapuskan dan meninggalkan sebuat penyakit bernama "TRAUMA". Luka itu berasal dari hancurnya keluargaku. Luka akibat perpisahan orang tua bersifat FATAL. Hingga sekarang, aku masih merasakan pedihnya kehilangan.
Tiga lubang, membekas jelas di perasaanku. Aku kehilangan Kakak, yang selama ini sangat menyayangiku namun aku membalasnya dengan kebencian. Aku kehilangan Ayah, Ayah yang selama ini tidak bisa membantah keinginanku, menuruti semua mauku, pergi meninggalkanku. Aku kehilangan kekasih yang teramat aku cintai bahkan setengah mati. Tapi, aku sudah tidak peduli lagi dengan hal itu.
Aku sudah muak dengan kehilangan. Muak!!! Aku tidak ingin kehilangan lagi.
Tapi kau harus tahu, itu semua sudah menjadi bagian takdirku. Aku menerima meski sama sekali tak kuharapkan.
Rasa sakit tidak bisa dihindari. Rasa sakit mampu membuatmu mengerti siapa dirimu, untuk apa dirimu. Rasa sakit, adalah teman abadimu ketika kamu sendiri.
Kakashi : Aku tahu sedihnya kehilangan sampai terasa muak.
Yah! Kita memang bukan orang yang beruntung..
Itu sudah pasti. Tapi bukan yang terburuk.
Yah! Kita memang bukan orang yang beruntung..
Itu sudah pasti. Tapi bukan yang terburuk.
- edited. Kadang masih suka menangis sih. Kadang masih suka berandai-andai juga sih. Andai Papaku, andai aku, andai dia dan andai andai lainnya. Tapi setelah itu tidak apa-apa. Sudah berlalu. Pikirkan hal lainnya, kenang bagian indahnya, lalu terkekeh sendiri. 09 Februari 2018.
No comments:
Post a Comment